Mata Rantai Evolusi Buaya

Gonjang-ganjing mengenai evolusi buaya masih tak kunjung menemukan ujung pangkalnya. Baru-baru ini, proses pencarian jati diri sang reptil bahkan melibatkan campur tangan seniman. Hasilnya, gambar sesosok reptil purba turut hadir dalam konferensi pers bertema evolusi buaya di Rio de Janeiro, Brasil.

Ismar de Souza Carvalho, paleontolog dari Federal University menyatakan bahwa reptil dalam gambar tersebut adalah gambaran sosok Montealtosuchus arrudacamposi. Menurutnya, reptil berukuran panjang 1,7 meter tersebut merupakan missing link (mata rantai yang hilang) dalam kisah evolusi buaya selama ini.

“Secara ilmiah, spesies ini pernah hidup di masa antara buaya primitif dan buaya modern pada 80-85 juta tahun lalu,” ujar Carvalho menegaskan teorinya dalam jumpa pers yang digelar 31 Januari 2007 lalu.

Namun jangan salah, pernyataan Carvalho bukannya tanpa bukti. Sebagai bukti otentik sekaligus model gambar sang seniman, ia menunjukan fosil Montealtosuchus yang pernah ditemukan oleh seorang ilmuwan, Antonio Celso de Arruda Campos.

Fosil yang ditemukan di dekat Monte Carlo (sekitar 215 mil sebelah barat laut Sao Paulo) pada 2004 itu ditengarai berusia 80 juta tahun. Dari penelitian fosil, Montealtosuchus dipercaya pernah menjelajahi tanah kering dan panas di daerah pedalaman Brasil dengan gerakan tubuhnya yang lincah. (nationalgeographic/bambang)

Comments :

0 komentar to “Mata Rantai Evolusi Buaya”

Poskan Komentar

Rating by outbrain